februari 2018

Sebuah pernikahan pasti sebuah cerita sepanjang masa yang selalu aku idamkan. Menjelang akhir tahun kemarin, seorang sahabat yang usianya 1 tahun lebih tua dariku mengumumkan pertunangannya. I’m so happy for her…really really happy. Aku yakin calon yang pernah dia ceritakan padaku setahun kemarin adalah jodohnya dunia akhirat. Seorang yang begitu lekat disetiap doa, ingatan, dan ceritanya.

Tahun 2016, aku bercerita aku dekat dengan seseorang. Hingga akhir cerita itu tak kulanjutkan, akupun berbagi cerita dengannya. Dia sepertinya juga tak tahu kemana arah kisah cintanya kali ini. Dia semakin memanjatkan doa agar kelak bersanding dengannya. Aku kembali meng-aamiin-i setiap doanya. Dia tak sepertiku yang sudah lelah berusaha untuk bersatu dengannya. Aku hanya pasrah mengikuti alur dari Tuhan kemana langkah ini menuju. Hingga tahun 2017 kami tak saling bercerita. Aku merasa masih sendiri, sedang dia aku yakin masih chit chat dengannya. Sampai akhirnya september 2017, beberapa hari sebelum ulang tahunnya, pria itu melamar dirinya. Aku bahagia mendengar ceritanya.

Tapi aku lebih resah mendengar ceritanya. Aku resah dengan keinginanku yang ingin segera menikah. Dia dan mereka yang lain tahu bagaimana aku. Bagaimana kisah masa laluku. Aku pun semakin resah. mungkin aku bukan orang dengan tipe yang cepat move on. Jika aku mendengar kisah cinta pangeran dan putri aku malah semakin menjadi dengan semua kenangan indah dan semu yang pernah ku lalui tahun-tahun sebelumnya.

Usiaku 35, dan aku semakin tak tahu dengan keresahan hatiku. di luar, pastilah aku nampak tegar. Tak resah dengan semua omongan orang, bahwa pernikahan tak melulu perkara usia, bahwa semua urusan di dunia sudah terjamin janjinya oleh Tuhan ku Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. dan semuanya kuyakini dalam imanku. Kata teman yang lain nikmatilah masa mu semasih sendiri. Mungkin aku sudah sangat menikmati ya..lebiiihh bahkan. Justru semakin menikmati semakin kuresahkan, karena aku takut dengan semua kenikmatan yang membuatku lupa usiaku. Aku sepenuhnya yakin bahwa akan datang saatnya yang telah dijanjikan Tuhanku itu, dengan semua caraNYA yang indah dan semua pilihanNYA yang tepat untukku.

Sementara biarlah begini. Aku tak pernah tahu cerita apa yang sedang menantiku. sementara aku dengan semua keresahanku, aku tetap berjalan mengikuti semua alurnya. Yang semoga kelak membawaku dan mengajakku menjemput seseorang yang telah DIA pilihkan untukku. Aku sedang resah. Dan aku sedang berbahagia untuk seorang sahabatku yang selalu percaya akan kebesaranNYA untuk mendatangkan calon suaminya. Semoga kelak semua doanya yang terpanjat untukku akan segera dikabulkan. Aamiin

semoga lancar semua urusannya sahabat. Semoga selalu diberi kesehatan lahir bathin untuk menyambut hari besarmu. Aamiin.

Iklan

COCO, membuatku ingin selalu dirindukan

Haiii.. ternyaataaaa postingan terakhirku itu bulan februari yaa… and you know what..??? I have so many draft..sepenggal tulisan yang ga terposting dari bulan april. Hhmmmm….

Well, yuk nulis lagi..biar otak makin berisi. Semalem aku nonton film Coco, salah satu film disney produksi pixar.

Film holiday season ini memang yang paling aku tunggu. Secara traillernya pun menarik. And all about music ofcourse, so that’s why…

Film ini berkisah tentang seorang anak bernama miguel yang ngefaaannsss banget ama ernesto de la cruz sang penyanyi legendaris. Sayangnya di keluarga nya melarang yang namanya musik. Berlatar belakang keluarga mexico yang musiknya selalu pengen joget, miguel merasa ada keterkaitan dengan si ernesto ini. Pada saat ada perayaan hari orang mati (hmm…) si miguel denger kalau ada audisi bakat di alun-alun.. sayang nya si nenek miguel mama imelda ngelarang keras buat ikutan. Jadi mama imelda memberi kejutan si miguel untuk menjadi tukang sepatu seperti keluarganya yang lain. Miguel ini sering banget curhat ke mama coco (mamanya mama imelda). Meski sebenarnya mama coco ngga begitu ngerespon apa-apa siih.

Oiya balik lagi, saking kerasnya niat untuk jadi musisi, miguel ini sampe berniat melarikan diri dari rumah untuk pergi ke alun-alun berbekal gitar yang dibikinnya sendiri. Petualangan dimulai disini. Pada saat malam perayaan hari orang mati, semua keluarga wajib memajang foto, jadi biar keluarganya yang sudah meninggal itu bisa menyebrang ke kehidupan orang yg masih hidup. It’s kind a weird. Karena jika ga ada yang majang foto yang sudah meninggal, maka orang yang sudah mati itu akan mati untuk selamanya.. wis taa aneehlaah 🀭🀭. Nah kebetulan ada foto yang meresahkan miguel di silsilah keluarganya. Foto mama coco dan orang tuanya, hanya saja foto sang papa tersobek sehingga miguel ga tau siapa his great great grand fathernya. Tanpa sengaja miguel memecahkan pigura foto keluarga mama coco, dan saat itulah dia merasa yakin bahwa ernesto de la cruz adalah his great great grand father.

Film coco ini kereeen banget. Cocok untuk segala usia dan pas banget buat ngisi liburan. Secara ya memang ini film keluarga banget. Kalau buat anak-anak ya cocok banget soalnya animasinya juga menarik dengan warna-warna neon yang eyecatching banget. Selain soundtracknya yang membuat ingin berdansa, film ini heartwarming banget. Kenaaa banget di hati. Ngeliat film ini aku jadi merasa yakin kalau aku bukan tipikal orang yang ga ingin dilupakan. Pun aku juga ga akan semudah itu melupakan seseorang atas semua yang sudah dilakukannya padaku.

Oh iyaa ada kejutan satu lagi di awal pertunjukkan film ini. Taaaaaddddaaaaa, another frozen series. Jadi memang ada sedikit film frozen dengan durasi kurang lebih 10 menit kayaknya yaaa… sama seperti waktu frozen fever di film cinderella. Naahh sama tuuhh….

Jadi pda dasarnya film ini worth banget lah buat ditonton. Buat memahami tentang rejeki itu bukan selalu tentang harta atau sekedar popularitas. Melainkan keluarga, teman, dan semua yang mencintai tanpa harus meminta kembali. Membuat kita merenung untuk selalu berbuat baik, agar kelak semua tetap mengingat kita dengan hal baik yang kita punya tadi.

Remember me for even if i’m far away

I’ll hold you in my heart

Remember me..

Va-learn-tine concert

Tanggal 14 februari 2017 kemarin.

Biasanya kalau mau nonton konser, aku bisa saja menghabiskan seharian waktu di tempat itu. Ambil contoh kalau nonton jazz traffic, mulai jam 14.30, aku bakalan berangkat mengikuti open gate yang berlaku.Yang pasti pulang saat konser usai. Β Tapi konser Kahitna yang kemarin beda kasus. Secara pelaksanaanya jam kerja. Jadi ya terpaksa harus menyesuaikan jam pulang sekolah anak2.

Tahu konser ini udah lama banget, sekitar 4,5 bulan lalu. Suatu waktu ketika belum memutuskan untuk membeli tiket festival (yang harganya lumayan mihhiiill untuk ukuran Β di sby), tetiba teman WA aku bahwa di Instagram ada diskon 50% untuk all class, tapi waktunya cm sehari doank. Langsunglah aku menghubungi nomor hp promotor yang dimaksud. Alhamdulillah, tiket festival yang semula seharga Rp 250.000, lgsg terpangkas 50%. :):)

Akhirnya sampe juga di hari itu, Konser Merenda Kasih Kahitna. Sebuah konser besar Kahitna yang baru pertama kali diadskan di Surabaya. Pertama kali nonton konser kahitna ini, tahun 2012 sepulang dari latihan prajab. Konser 1,5 jam bareng rick price. Dasarnya dari dulu suka ama kahitna, ya enjoy banget.. semenjak itu kalo kahitna manggung di sby, selalu dijabanin. Mulai dari yang gratisan sampe yang diskonan kek gini. Fyi, kl mw liat konser gratisan ada di sutos ya cyyiin, setiap rabu minggu pertama. ;););)

31 tahun berkarya wajaarr ya, kalo soulmatenya (istilah untuk para fans kahitna) dah mature2 a.k.a tua… 😁😁 Tapi tahun ini heran banget, karena di konser ini aku ketemu muridku jaman ngajar di lab school unesa. Kok dah kenal kahitna yaakk 😁😁. Dan juga sebuah sma favorit di sby juga ngundang kahitna untuk acara pensi sekolahnya…waaahh, hebaaat..meski akhirnya yang banyak dateng jg para emak2.. πŸ˜‚πŸ˜‚. Wajar juga kalau kahitna bisa masuk ke pangsa pasar anak muda, karena di setiap konser mereka memang sangaaaaaattt menghibur banget, selalu bikin ketawa ngakak. Yang pasti bikin yang liat teriak2 ga jelas gitu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Malam tadi pun begitu, menyanyikan kurang lebih 20 lagu..mulai dari album pertama sampe ke lagu baper…sukses bikin penonton ikut bernyanyi, teriak2 ga jelas, dan yang pasti galau akuutt. Selain kahitna ada juga “adiknya” yang turut meramaikan. Ada yovie and nuno dan yura yunita. Semuanya menyanyikan lagu kahitna, kecuali yang sama nuno ada lagu hitsnya nuno yang dinyanyikan.

Selalu ada cerita, kalo liat pake tiket festival. Jadi tiket festival itu sama dengan tiket berdiri. Posisi paling nyaman untuk nonton konser ya depan sendiri donk yaa. Nah, kalau mau nonton di depan sendiri ya berarti kudu lebih awal datengnya. Alhamdulillaah kemaren pas ama weekday..jadi aku ama temen dah janjian secepat mungkin untuk ketemuan lagsg disana. Ternyata open gate nya jam 17.30, eiittss open gate pertama itu. Jadi disana ada 2 gate. 1 gate awal untuk semua kelas, 1 gate lagi berdasar kelas. Untung si teman ini udah kasih si bos ctm πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ jadi akhirnya bisa pulang tepat waktu *don’t so serious yaak*. Dan begitu gate 1 di buka larilah kita menuju gate selanjutnya.


Di gate
aku dapet di barisan no 2. Depan kami, seorang ibu yang looks younger than her age with her daughter. Darimana..??? Tanggulangin. Duuh belain bener. Sampe di gate itu panitia bilang kalo gatenya dibuka jam 19.00…oh my… dan di sela itu banyak laah promo2, diantaranya tiket yang lebih cepat masuk.. seharga 70rebu. Lalu kenalan kami bilang aah masa siih..ngga usah terbujuk ya mbak.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ nyatanya kami pun tak terbujuk sama sekali. 1 jam menunggu, kami saling tukar cerita, hingga akhirnya gate dibuka 3o menit lebih cepat. And you know what.. kami berlima mendapat barisan paling depan tanpa harus membeli tiket tambahan. Ga langsung mulai…kami masih harus menunggu kahitna meet and greet dengan pembeli tiket seharga 1,5 juta. Kurang lebih ada 1,5 jam kami masih harus menunggu. Sewaktu menunggu pun, kami berlima kembali bertukar cerita tentang banyaaakk hal.

Selain menikmati konser kahitna yang ga akan pernah cukup meski udah 2 jam lebih, aku juga banyak belajar. Seusai konser kami berlima berpamitan sambil berpelukan dan cipika cipiki layaknya teman yang sudah lama kenal. Sambul terucap harap kami akan ketemu lagi di konser kahitna selanjutnya, dan berkenalan nama kami masing-masing. Yaapp kami tidak berkenalan secara resmi, bahkan nama mereka pun saya tak tau.

Nama tak menjadi penting, yang penting hanyalah satu kejadian yang akhirnya membuat ingat dan menjadi dekat

-negeri van oranje-

Aku jadi ingat seorang yang baik pernah berkata, bahwa hidup ini adalah sekolah yang sesungguhnya. Tempat pembelajaran yang sesungguhnya. Siapapun bisa jadi gurunya, dan bahkan kita pun bisa jadi muridnya. Di konser kemarin aku banyak belajar, terutama tentang kekuatan positif thinking. Jika yang kita pikirkan adalah semua hal yang positif, maka kita akan dipertemukan dengan orang2 yang memiliki energi positif itu. Aku percaya kok semua orang di dunia ini dilahirkan dengan kodrat yang baik. Tinggal kita mau atau tidak menyalurkan energi positif itu kepada sekitar. Dan saya yakin kita ga akan pernah merasa sendirian jika kita selalu posthink..

Be positive, and spread the positive vibes..

apa yang mereka irikan dariku ?

Apa yang mereka irikan dariku..?

Pertanyaan itu selalu menghantui aku sejak kurang lebih 2 tahun ini. Aku sendiri ndak pernah tau jawabannya. Apa yang mereka irikan dariku.?? Karena memang menurutku aku ini bukan orang dengan kelebihan yang luar biasa, selain kelebihan berat badan 😂😂. Tapi adaaaaa ajaaaa cerita-cerita yang menyudutkan aku, hingga akhirnya ku bungkam mereka dengan bukti kerja kerasku.

Curiga dan prasangka memang menjadi hak mutlak tiap orang. Tapi ke aku…??? Rasanya itu hal yang sangat salah. Aku bukanlah orang dengan segudang talenta. Bahkan aku termasuk orang yang ga bisa apa-apa. Hanya bisa meraba dengan segala kemungkinan akan tugas-tugas baruku. Berspekulasi dengan hal-hal yang belum pernah aku alami dan belum berpengalaman dibidang itu. 

Sore ini pun, aku merasa sakiiit hati lagi. Duuuhh, keknya sakit hati bakalan jadi teman sesekali waktu deh. Kali ini aku ditegur untuk tak turut campur atas tugas yang seharusnya aku laksanakan. Catetttt yaaa… yang harusnya aku laksanakan, bukan dia yang melaksanakan. Nah sebagai ornag yang sulpka leyeh-leyeh, eyke harusnya seneng banget yaaa.. tapi nyatanya aku ga semudah itu. Tetap bagaimanapun itu tugas dan tanggung jawabku. Kali ini aku hanya diam menahan sakit hati, yang sebenarnya aku sungguh ingiiiin sekali bercerita. 

Akhirnya ketuang juga di tulisan.

Jika mereka pikir hidupku selalu penuh kebahagiaan, mereka benar, dan mereka juga salah. Aku sama seperti mereka. Punya masalah, kadang menangis, kadang sumpek, kadang tertawa, kadang lelah..samaa. Semua itu kan tergantung bagaimana kita bersyukur atas hidup ini dan bagaimana kita menyikapinya. Aku memang jaraang sekali bercerita pada teman. Bahkan kalau bisa mereka tidak boleh tau hal paling sediihku dan hal paling bahagiaku. Cukup pada pemilik rahasiaku saja aku bercerita. Mereka hanya boleh lihat kondisiku saat itu. 

Manusia mana yang ga ingin hidupnya selalu bahagia dan sempurna. Tapi aku sungguh tak ingin hidupku sesempurna itu. Mungkin itu yang mereka lihat dari. Hidupku sangatlah sempurna. Padahal sempurna tekan endi, rabi ae durung.. 😂😂. 

Itulah tanyaku, apa yang mereka irikan dariku ? Aku ya begini ini…dengan segala masalah hidupku, kekurangan dan kelebihanku. Aku sangat bangga mengatakan hidupku tak sempurna..begitu pun denganmu.. but to be me is a blessing, and so do you..?

cara melupakan

Aku, tahun ini sempat jatuh cinta dengan seseorang. Haaahh, lagi2 masalah cinta.. ya sutralah yaa gpp jugaa… Setelah jatuh cinta dan sekarang lom menikah jadi pasti ada patah hatinya donks yaakkk…

Waktu itu aku sempat berpikir bagaimana aku akan melupakannya. Bahkan aku bertanya pada lelaki itu bagaimana caraku move on dengan semua sikap manisnya. Tapi The Great Planner my Al Mighty selalu punya rencana. Aku, saking terpesonanya dengannya sampe rela tidak menghapus chat kami pertama kali ngobrol. Namun Tuhanku cemburu, maka dibuatlah hang hp ku itu. Yang kemudian membuat aku harus reset pabrik. 

Voillaaaaa….hapuslah semua chat plus sak aplikasine. Karena aku lupa menyimpan no di kartu sim jadilah eyke manyun..dan sore harinya si dia ngechat lagi. Yuuuhhhuuu…hatiku gembiraaaa…. kukatakan padanya aku menunggunya. Karena aku lupa no hpnya. Hingga akhirnya kejadian yang membuatku patah hatipun datang. Aku masih bingung, harus bagaimana melupakannya.

Yaaaaaa…kayak lagu jatuh cintanya vina panduwinata gituu deeh. Masih aja dengan sejuta alasan agar bisa ngobrol ama dia. Dan lagi2 my Great Planner punya cara. Ga cukup bikin hang hpku…langsung rusaakk ya boookkk. Seketika mewajibkan aku ganti hape. Trus lgsg bisa move on ta..??

Ngga juga siih. Setidaknya setelah aku berganti hp aku ga membuat sejuta alasan untuk ngobrol dengannya. Anggaplah aku mulai lelah. Lebih tepatnya menyadari bahwa Allah belom ingin kami bersama. Kebayang donk, kalo aku lom ganti hp dan hape lama ndak rusak sama sekali. Kan eyke orangnya baperan ya boookkksss….. Saat-saat menyadari pun menjadi suatu moment penting dalam hidupku. Walaupun aku harus merogoh kocek jutaan rupiah demi hape baru, tapi yang aku kerasa bener ya caraNYA yang halus yang menginginkan aku untuk tetap bergerak maju.

Kini, bukannya aku tak merindukannya. Hanya saja dia tak lagi menjadi prioritas utama dalam hidupku. Malam ini gegara abis ngobrol dengan shinta yang kemudian tersinggunglah namanya, akyuuuh mendadak merindukannya. Ya hanya sebatas rindu yang tak perlu lagi membuatku muram seperti dulu. 

Bisa jadi yang kita anggap baik belum tentu baik untuk kita, dan begitu pula sebaliknya. Aku semakin dan semakin lagi untuk selalu berprasangka baik kepadaNYA. Susaaahh..???? Ya pasti…hanya saja, apalah siih kita ini. Percayakan saja semua padaNYA, hanya pada DIA..

Do your best..and Allah will take the rest..

setahun kemarin

Sore tadi sebelum nonton kahitna, tetiba sudah ada yang mengingatkan bahwa kita hari ini berangkat menuju perjalanan tak terlupakan.

Ternyata kami semua kecepeten dalam merayakan dan mengenang 1 tahun perjalanan kami.
Well gpp lah yaa… Meski begitu grup kami mendadak jadi ramai dan mulailah kenangan2 pluss foto2 yang ga pernah terungkap mulai dikeluarkan di grup Busan.

10 Oktober 2015 merupakan saat bersejarah buat kami berdelapan belas. Dimulai dari 1 bulan sebelumnya kami dikumpulkan di BKD karena kami dianggap lolos memenuhi tes psikologi dan toefl dalam kegiatan teachers capacity program busan-surabaya. Yang mulanya jaim plus sok2an ga kenal karena emang dasarnya ga kenal 😂 tetiba sampai hari ini kami masiiiihh saja keep in touch.
Bayangkan saja, les bahasa korea 2 minggu untuk bekal disana sebulan rasanya wauuww banget. Bangga, deg2an, dan bondo nekaat selalu memenuhi setiap hari kami. Kami memang minim bekal. Semuaaa serba mendadak. Beruntung keberangkatan kami sempat tertunda 2x hingga kami dapat mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik lagi.

Tapi mungkin kenyataannya ga begitu. Sehari sebelum keberangkatan aku masih menyempatkan bertemu teman2 kuliahku, lalu menukar uang karena uang saku yang lumayan banget jumlahnya itu baru dibagikan setelah sholat jumat, dan setelahnya berburu batik di mirota. Karena terlambat 5 menit terpaksa aku memelas untuk mendapatkan kain batik untuk souvenir disana. Hingga akhirnya aku dibantu oleh pemilik kampar batik di jl. Indragiri.

Jam 22.00 berbekal saling percaya dan percaya pada Tuhan kami masing2, saya menuruti keinginannya untuk transfer uang sekitar 2 juta setelah pembicaraan kami yang panjang via telepon. Yang nantinya dia akan menemui saya di tempat yang telah ditentukan.
Begitu saya sudah transfer, galau donk ya nunggu 15 menit ga dateng2..dan tepat pukul 23.00 datanglah ibu dan anak membawakan 25 kain batik sesuai pesanan saya. Sontak ibu itu saya peluk dan entah berapa kali kalimat terima kasih keluar dari bibir saya.

Allah SWT selalu memberi kami semua kemudahan mulai kami bertemu hingga kami berpisah di bandara bulan nopember. Dan selama disana pun kami tak pernah mendapatkan kesulitan, bahkan ketika kami ingin menemui beberapa murid dr surabaya pun kami dibantu. Bertemu dengan banyaaak orang baik disana rasanya seperti kami berada di negara sendiri.

Tak ada hari tanpa tertawa, bahkan ketika kami harus terdampar 12 jam di bandara hongkong pluss kedinginan di bandara dengan suhu 10 derajat celcius, kami pun tetap menertawakan keadaan kami. Yaaahh rasanya tinggal merantau di negeri orang, yo diseneng2no… Lha wong cuma itu keluarganya. Sampai setiap kami menanti bis 9 untuk naik ke asrama yang merupakan gedung tertinggi ke 2 di busan itu, para imo selalu memandang kami heran, kenapa kami selalu tertawa bahagia. Bahagia jarreee… Padahal kan………bahagiaaa bangeeetttt 😘😂😂. Entahlah apa yang orang lain lihat, tapi kami memang selalu dan berusaha menikmati setiap perjalanan kami..

Terima kasih ya temansss, it’s a pleasure to meet you all. Terima kasih untuk perjalanan tak terlupakan tahun lalu.

Mari kita ulangi lagi… 🤗🤗🤗 – with Ayesha Belma

View on Path

01.01

​Sewaktu aku kerja di sekolah lama..mama pernah menyatakan keinginannya agar aku jadi pns. Beliau ndak tega melihat aku yang selalu pulang malam karena harus ngelesi musik privat dan sesekali pulang tengah malam karena harus mengantar murid lomba. 

Aku setuju dengan keinginannya demi membuat beliau bahagia dan atas niat baiknya yang ndak ingin aku selalu pulang malam dan tertimbun dengan aktivitas yang padat. Berkat doanya aku diterima pns di surabaya. 

Beliau benar 3 bulan pertama, aku memang jarang pulang telat. Sepulang sekolah ya langsung pulang. Pun beliau bahagia sambil membenarkan ucapannya. Namun kini setelah 5 tahun aku jadi pns, beliau mulai agak merasa bersalah dengan keputusannya. Melihat aku yg selalu pulang terlambat yang sangat telat, jarang ada dirumah, mulai sering absen di setiap acara keluarga membuatnya agak kelihatan sedih.

Memang melelahkan ketika pikiran harus terbagi antara keluarga, pekerjaan, teman, me time bahkan urusan cari jodoh. Tapi aku sampaikan pada mama, selama beliau mensupport semua pekerjaanku, aku akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk hal2 yg bisa dilakukan bersamaan. 

Alhamdulillah beliau bilang ga masalah. Mgkn memang aku sempat menangis sedih saat harus masuk pns yg bukan keinginanku. Tapi seandainya aku tak pernah mendaftar, apakah aku akan punya kesempatan sekali lagi untuk membuat ortuku tersenyum seperti hari ini..?

Pun seandainya beliau masih merasa sedikit merasa bersalah sekaligus merasa ingin dimanja dengan anak perempuan satu-satunya, aku akan dengan tegas menyatakan bahwa aku tidak menyesal telah mengikuti keputusannya. Malah aku merasa bersyukur, karena aku yakin selalu ada rencana yang jauh lebih baik dari Tuhan lewat tangan orang tuaku, terutama mamaku.

love you as always, mum.. 
-cerita di hari yang teramat melelahkan-

Tentang Sabtu Bersama Bapak

Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan.
Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang.
Bukan tanggung jawab orang lain.
-Adhitya Mulya-

Jadi mengisi libur lebaran ini, salah satunya dengan menonton film yang baru premiere tanggal 5 Juli kemaren. Sebuah film karya sutradara MontyTiwa, based on novel yang fenomenal karya Adhitya Mulya “Sabtu Bersama Bapak”. Saya pribadi sih belum baca novelnya, dan jujur saya paling ga suka baca novel dl baru nonton film ataupun sebaliknya. Buat saya novel dan film, Indonesia khususnya, adalah 2 sisi yang sangat berbeda. Mungkin sang penulis pasti bakal turut berperan dalam proses pembuatan film, kalau ngga mana boleh ya novelnya disingkat cerita jadi 2 jam gitu. Tapi bagaimana dengan pembaca. Yang aku yakini sih setiap pembaca punya imajinasi sendiri-sendiri dalam memaknai novel itu. Salah satu teman bilang pas di novel itu begini…filmnya ga sama. Aahh itu yang membuatku tak suka.

Film ini berkisah tentang seorang bapak yang didiagnosa kena kanker, sedang dia harus meninggalkan 2 anak lelakinya yang masih kecil dan seorang istri yang begitu dicintainya. Demi tumbuh kembang 2 anak lelakinya ini, sang bapak sebelum kematiannya, membuatkan rekaman tentang nasihat dan pembelajaran untuk dilihat bersama setiap sabtu. Sang anak pertama, satya, begitu mengidolakan sang bapak, hingga sampai menikah pun dia semacam terobsesi untuk menjadi sempurna seperti bapaknya, hingga hampir saja berpengaruh dalam hubungan pernikahannya. Sedang anak keduanya, cakra, adalah seorang direktur yang masih menjomblo, hingga akhirnya dia bertemu ayu/retna yang ternyata adalah pegawai baru yang ia incar di tempat kerjanya.

Continue reading “Tentang Sabtu Bersama Bapak”

H-3 lebaran ini

Sudah 2 tahun ini ngerasa aku ngga lebaran, yaaa..ngerasanya cuma libur kayak hari minggu aja. Sejak tahun lalu aku dipercaya menjadi bendahara perlengkapan sekolah, dimanaaaaaaa…kalau waktu PPDB ga pernah libur. Tahun lalu tahun pertamaku, jadi aku merasa ga masalah ndak ada libur sama sekali..karena aku merasa harus banyak belajar mengenal situasi kerjaanku. Kenalan dengan berbagai vendor yang menangani kebutuhan di sekolah, merangkai kata yang baik saat harus berhadapan dengan mereka, bahkan harus mengambil sendiri kekurangan yang dibutuhkan sekolah.

Mengurusi segala hal yang baru tahun lalu cukup bikin pusiaang..fyi, aku memulai kegiatan itu mulai januari 2015. Jadi jangkeplaah setahun semua urusan belum selesai..namanya juga kerjaan tahunan..setahun ga kelar-kelar maksudnya 😂. Kebetulan banget 2 tahun ini PPDB nya barengan ama lebaran, jadi semua-muanya mepet.

Continue reading “H-3 lebaran ini”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: